
Suatu hari, ketika tubuh kami saling merapat dalam gurauan senja, pelan saya berbisik kepadanya bahwa saya sedang jatuh cinta dengan seorang wanita yang sangat cantik. Seketika itu juga dia langsung menolak tubuhnya seraya menekuk wajahnya. Saya perhatikan lekat-lekat wajahnya sambil mengusap lembut dahinya. Kemudian sambil bersungut, dia bertanya kepada saya, siapakah wanita yang saya maksud itu. Sambil tersenyum saya membisikkan sebuah kata kepadanya, ”Kamu”. Dalam hitungan sepersekian detik, dia langsung menunduk dan langsung memeluk tubuh saya. Erat sekali.
Saya sendiri tidak terlalu paham dengan apa itu makna jatuh cinta. Yang saya pahami dari sebuah ceramah mengenai Cinta dari seorang ustadz beberapa tahun yang lalu adalah, bahwa dua orang yang sebelumnya tidak saling mencintai (mengenal), kelak mereka akan saling mencintai. Bagaimana bisa rasa cinta itu muncul? Jawabnya sederhana saja. Karena memang Allah telah menganugerahi rasa cinta itu kepada mereka berdua, suami istri itu. Penjelasannya seperti ini; bilamana ada dua orang yang keduanya sama-sama mencintai Allah, kemudian dua orang ini menikah karena Allah, maka kelak Allah akan menganugerahi cinta kepadanya. Dalam istilah saya, Allah akan ”menjatuhkan cinta” kepada sepasang insan itu sehingga jadilah cinta itu suci, dan abadi. Suci karena berasal dari yang Maha Suci, dan Abadi, karena berasal dari yang Maha Abadi.
Bisa jadi, inilah yang sedang terjadi kepada saya. Tepatnya, saya tidak sedang jatuh cinta. Tapi saya sedang kejatuhan cinta. Iya, Allah telah menjatuhkan sejumput cintaNya kepada saya sehingga saya mencintainya. Kalau menurut sebuah buku yang pernah saya baca, apa yang saya rasakan ini disebut sebagai "Penganugerahan Cinta". Mungkin analisa saya bisa saja salah. Tapi setelah saya lihat sebuah ayat di dalam Al Quran, saya kira analisa saya ada sedikit benarnya. Semoga.
”Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS Ar Ruum 21)
Peling, Mei 2008 Sambil memandang lelapmu Dari catatan lama
0 celoteh:
Posting Komentar