
Ombak di lautan bergerak lamban menyapa sang pantai. Berbilang muda-mudi bercengkerama di tepiannya dengan santai. Sebongkah tawa dan seutas senyum menghiasi wajah belia mereka. Yang putri berbalut kerudung tak menutupi dahi, yang putra masih dengan kopiah di kepalanya.
Ramadhan berlalu oh tiada terasa, menuju penghujungnya yang sesaat lagi menyapa. Waktu berlalu tanpa membawa makna, amal, pahala apatah lagi ridhaNya. Tilawah dan dzikrullah makin hari berbilang jarang, sedang dosa yang menumpuk tak jua berkurang.
Aduh, ruginya diri ini, bila dosa khilaf tak diampuni. Bulan suci tak tentu kan datang lagi, menyapa hayat yang tak pasti kapan kan mati. [wahidnugroho.blogspot.com]
Tanjung, Agustus 2011
0 celoteh:
Posting Komentar